Senin, 14 Maret 2016

Tugas M3 Ak. Internasional - Individu

TUGAS INDIVIDU M3 MATA KULIAH SOFTSKILL
AKUNTANSI INTERNASIONAL
AKUNTANSI KOMPARATIF: EROPA

  1. Beberapa Pengamatan tentang Standar dan Praktik Akuntansi
Standar Akuntansi merupakan hasil dari susunan standar yang mengatur pengolahan laporan keuangan. Namun, praktik yang sebenarnya bisa saja yang menyimpang dari apa yang diharuskan standar. Untuk memperoleh gambaran yang lengkap tentang bagaimana akuntansi bekerja dalam sebuah negara, kita harus memperhatikan proses penyusunan standar akuntansi yang menjadi hasilnya, dan praktik aktualnya.
Hubungan antara standar akuntansi dan praktik akuntansi sangatlah rumit, dan tidak selalu bergerak dalam gerakan satu arah. Dalam beberapa kasus, praktik diambil dari standar; di kasus lain, standar diambil dari praktik. Praktik bisa dipengaruhi oleh tekanan pasar, seperti tekanan-tekanan yang berhubungan dengan persaingan pendapatan dalam pasar modal.

  1. IFRS Dalam Uni Eropa
Tabel 3.2 Persyaratan IFRS

Republik Ceko
Perancis
Jerman
Belanda
Inggris
Perusahaan Terdaftar – laporan keuangan gabungan

Perusahaan Terdaftar – laporan keuangan perusahaan pribadi

Perusahaan Tidak Terdaftar – laporan keuangan gabungan

Perusahaan Tidak Terdaftar – laporan keuangan perusahaan pribadi
Diharuskan


Diharuskan



Dibolehkan


Dilarang
Diharuskan


Dilarang



Dibolehkan


Dilarang
Diharuskan


Dibolehkan, tapi hanya untuk tujuan informasional
Dibolehkan


Dibolehkan, tapi hanya untuk tujuan informasional
Diharuskan


Dibolehkan



Dibolehkan


Dibolehkan
Diharuskan


Dibolehkan



Dibolehkan


Dibolehkan
laporan keuangan perusahaan tertutup Perancis dan Jerman harus disusun dengan menggunakan persyaratan akuntansi setempat karena laporan-laporan ini merupakan dasar untuk pajak dan dividen.
IFRS tidak diperbolehkan dalam laporan keuangan perusahaan pribadi yang tidak terdaftar di Ceko karena dianggap bahwa IFRS bisa terlalu rumit dan memakan biaya untuk perusahaan-perusahaan pribadi yang kecil ini.

  1. Sistem Akuntansi Keuangan Lima Negara
  1. Perancis
  1. Regulasi dan Pelaksanaan Akuntansi
Ada lima perusahaan besar yang terlibat dalam penyusunan standar di Perncis:
  1. Counseil National de la Comptabilite, atau CNC (Badan Akuntansi Nasional)
  2. Comite de la Reglementation Comptable, atau CRC (Komite Regulasi Akuntansi)
  3. Autorite des Marches Financiers, atau AMF (Otoritas Pasar Keuangan)
  4. Ordre des Experts-Comptables, atau OEC (Institut Akuntan Publik)
  5. Compagnie Nasionale des Commisaires aux Comptes, atau CNCC (Institut Nasional Undang-Undang Auditor)
  1. Laporan Keuangan
Perusahaan Perancis harus melaporkan hal-hal berikut:
  1. Neraca
  2. Laporan Laba/Rugi
  3. Catatan Atas Laporan Keuangan
  4. Laporan Direktur
  5. Laporan Auditor
  1. Patokan Akuntansi
Semua perusahaan Perancis harus mengikuti regulasi tetap dari ketentuan pada tingkat perusahaan pribadi. Akuntansi untuk perusahaan pribadi merupakan dasar hukum untuk membagikan dividen dan menghitung penghasilan wajib pajak.

  1. Jerman
  1. Regulasi dan Pelaksanaan Akuntansi
German Accounting Standards Committee (GASC), atau dalam bahasa Jerman, Deutsches Rechnungslegungs Standards Committee (DRSC) didirikan setelah KonTrag tahun 1998, dan selanjutnya diresmikan oleh Menteri Kehakiman sebagai otoritas penyusunan standar Jerman. GASC mengawasi German Accounting Standards Board (GASB), yang melakukan pekerjaan teknis dan mengeluarkan standar akuntansi.
Standar penyusunan standar akuntansi Jerman secara umum sama dengan sistem yang digunakan di Inggris dan Amerika Serikat, dan sama dengan IASB. Namun penting untuk menekankan bahwa standar GASB merupakan standar otoriter yang hanya berlaku untuk laporan keuangan gabungan. Standar tersebut tidak membatasi atau mengubah persyaratn HGB, GASB diciptakan untuk mengembangkan susunan standar Jerman yang sesuai dengan standar akuntansi internasinal.
  1. Laporan Keuangan
Undang-undang menetapkan isis dan format laporan keuangan yang mencakup hal-hal berikut:
  1. Neraca
  2. Laporan Laba/Rugi
  3. Catatan
  4. Laporan Manajemen
  5. Laporan Auditor
  1. Patokan Akuntansi
Seperti yang ditulis sebelumnya, perusahaan-perusahaan Jerman yang terdaftar harus menyusun laporan keuangan gabungan mereka menurut IFRS. Perusahaan-perusahaan lain memiliki pilihan untuk menggunakan IFRS ataupun peraturan Jerman untuk tujuan penggabungan. Kedua pilihan tersebut didapati dalam praktiknya, dan pembaca laporan keuangan Jerman harus berhati-hati untuk mengetahui standar akuntansi mana yang diikuti.

  1. Republik Ceko
  1. Regulasi dan Pelaksanaan Akuntansi
Proses audit diatur oleh Act on Auditors, yang dikeluarkan pada tahun 1992. Undang-undang ini membentuk Chamber of Auditors, sebuah badan profesinal yang mengatur dirinya sendiri yang mengawasi pendaftaran, pendidikan, pengujian, dan menertibkan auditor, penyusunan standar audit, dan regulasi praktik audit, seperti format laporan audit.
  1. Laporan Keuangan
Laporan keuangan harus bersifat komparatif, terdiri atas:
  1. Neraca
  2. Akun keuntungan dan kerugian (laporan laba rugi)
  3. Catatan
  1. Patokan Akuntansi
Metode akusisi (pembelian) digunakan untuk menghitung kombinasi bisnis (penggabungan usaha). Goodwiil yang muncul dari kombinasi bisnis dimasukkan dalam tahun pertama penggabungan atau dikapitalisasi dan diamortisasi selama tidak lebih dari 20 tahun. Metode ekuitas digunakan untuk perusahaan-perusahaan rekanan (perusahaan-perusahaan yang menggunakan pengaruh signifikan tapi tidak bergabung), dan penggabungan proporsinal digunakan untuk usaha patungan atau bersama.

  1. Belanda
  1. Regulasi dan Pelaksanaan Akuntansi
Regulasi akuntansi di Belanda tetap bersifat liberal higga munculnya Act on Annual Financial Statements pada tahun 1970. isi ketentuan undang-undang tahun 1970 adalah:
  1. Laporan keuangan tahunan harus mennjukkan gambaran yang jelas dari posisi keuangan dan hasil tahun tersebut, dan semua artikelnya harus dikelompokkan dan dijelaskan dengan tepat.
  2. Laporan keuangan harus disusun berdasarkan praktik bisnis yang aman (misalnya prinsip-prinsip akuntansi yang bisa diterima oleh komunitas bisnis).
  3. Dasar-dasar untuk penulisan aset dan utang serta untuk menentukan hasil operasi harus diungkapkan.
  4. Laporan keuangan harus disusun pada dasar yang konsisten, dan pengaruh material dari perubahan dalam prinsip-prinsip akuntansi harus diungkapkan dengan tepat.
  5. Informasi keuangan yang komparatif untuk periode terdahulu harus diungkapkan dalam laporan keuangan dan catatan kaki yang menyertainya.
  1. Laporan Keuangan
Laporan keuangan harus meliputi hal-hal berikut:
  1. Neraca
  2. Laporan Laba/Rugi
  3. Catatan
  4. Laporan direktur
  5. Informasi lain yang sudah ditentukan
  1. Patokan Akuntansi
Walaupun metode akuntansi penyatuankepentingan untuk penggabungan biisnis diperbolehkan dalam keadaan-keadaan tertentu, metode ini jarang digunakan di Belanda. Metode pembelian merupakan praktik yang umum.

  1. Inggris
  1. Regulasi dan Pelaksanaan Akuntansi
Undang-undang tahun 1981 EU Fourth Directive menetapkan 5 prinsip akuntansi dasar:
  1. Pendapatan dan beban disesuaikan dengan dasar akrual.
  2. Aset dan kewajiban individu dalam setiap golongan aset dan kewajiban dihitung secara terpisah.
  3. Prinsip konservatisme (kehati-hatian) diterapkan, khususnya dalam pengenalan penghasilan yang didapat dan semua kewajiban dan kerugian yang ditemukan.
  4. Penerapan kebijakan akuntansi yang konsisten diharuskan dari tahun ke tahun.
  5. Prinsip perusahaan yang terus berjalan bisa diterapkan untuk entitas yang sedang dihitung.
  1. Laporan Keuangan
Laporan keuangan Inggris merupakan yang paling komprehensif di dunia. Laporan keuangan biasanya mencakup:
  1. Laporan direktur
  2. Akun laba dan rugi serta neraca
  3. Laporan arus kas
  4. Laporan keseluruhan laba dan rugi
  5. Laporan kebijakan akuntansi
  6. Catatan yang direferensikan dalam laporan keuangan
  7. Laporan auditor
  1. Patokan Akuntansi
Semua perusahaan Inggris diizinkan untuk menggunakan IFRS alih-alih GAAP Inggris. Jadi, inisiatif Uni Eropa pada tahun 2005 untuk perusahaan-perusahaan yang terdaftar diperluas untuk perusahaan-perusahaan Inggris yang tidak terdaftar juga.

Senin, 07 Maret 2016

TUGAS SOFTSKILL AKUNTANSI INTERNASIONAL M2 - KELOMPOK

Tugas Kelompok Minggu 2 Bulan Pertama

Nama               : Adi Fajar Suseno ( 20212177 )
                          Annisa Puspanira ( 20212971 )
                          Rachman Effendi ( 25212824 )
                         Yosi Krista Agnesti ( 27212875 )
Kelas               : 4EB14
Soal nomor :
2.        Pertimbangkanlah negara-negara berikut : (1) Belgia, (2) Cina, (3) Republik Ceko , (4) Gambia, (5) India, (6) Meksiko, (7) Senegal, dan (8) Taiwan.
Diminta : Ke dalam bagian manakah negara-negara tersebut diklasifikasikan berdasarkan sistem hukum? Ke dalam bagian manakah jika diklasifikasikan berdasarkan sistem praktik akuntansi ? Berikan alasan atas jawaban anda.
Jawaban:
Klasifikasi berdasarkan sistem hukum :
1.                  Belgia: Hukum Sipil (Civil Law)
2.                  China: Hukum Sipil (Civil Law)
3.                  Republik Ceko: Hukum Sipil (Civil Law)
4.                  Gambia:
5.                  India: Hukum Anglo Saxon (Common Law)
6.                  Meksiko: Hukum Sipil (Civil Law)
7.                  Senegal :
8.                  Taiwan: Hukum Sipil (Civil Law)
Klasifikasi berdasarkan sistem praktik akuntansi :
1.                  Belgia (Akuntansi Negara Latin)
2.                  China (Akuntansi Negara Asia)
Perubahan sistem akuntansi yang bertujuan untuk menyediakan informasi bagi pemerintah menjadi penyediaan informasi untuk pengguna yang lebih luas termasuk investor, kreditor dan manajemen perusahaan. Pemerintah China berpengaruh sangat besar dalam bidang akuntansi dan auditing. Tahun 1949, akuntansi model Uni-Soviet membawa uniformity dan sentralisasi kontrol untuk tujuan perencanaan nasional. Tahun 1978, kebijakan open door China memodifikasi sistem akuntansinya. Undang-undang akuntansi RRC yang pertama diadopsi tahun 1985 yaitu menteri keuangan memiliki kewenangan menerbitkan standar akuntansi. Tahun 1992, Standar akuntansi dasar untuk perusahaan dan kerangka konseptual akuntansi China dikeluarkan. Lembaga seperti asosiasi akuntansi China, Perusahaan akuntansi internasional seperti Deloitte Touche Tohmatsu memainkan peranan dalam reformasi kebijakan akuntansi China juga.
3.                  Republik Czech (Akuntansi Negara Eropa Timur)
Czech mengikuti Polandia dalam mengimplementasikan shock terapy model untuk merubah menuju ekonomi berbasis pasar. Republik Czech mengalami krisis mata uang pada tahun 1996, yang berakibat pada dikeluarkan kebijakan uang ketat. Czech bergabung dalam Uni Eropa pada tahun 2004. Republik Czech memperkenalkan sistem akuntansi dan perpajakan pada tahun 1993. Standar akuntansi disusun oleh Menteri Keuangan. Republik Czech saat ini berupaya mengurangi perbedaan standar yang berlaku di negaranya dengan IFRS. Sebagai bagian dari Uni Eropa, Republik Czech mengadopsi IFRS pada tahun 2005.
4.                  Gambia
5.                  India (Akuntansi Anglo-Amerika)
Pada tahun 1950-an, >50% masyarakat India berada dalam kemiskinan. Beberapa tahun terakhir, India menunjukkan kemajuan ekonomi signifikan. Hukum murni India berasal dari Inggris sehingga standar akuntansi India berfokus kepada kebutuhan informasi untuk investor. Pada tahun 1949, didirikan Institute of Chartered Accountants (ICAI) sebagai organisasi nasional untuk akuntan di India san Accounting Standard Boards (ASB) sebagai lembaga yang memformulasikan standar akuntansi untuk membantu ICAI menjalankan tugasnya membuat dan memodifikasi standar akuntansi di India. ICAI anggota International Federation of Accountants (IFAC) menggunakan dan mempromosikan IFRS untuk mencapai keselarasan standar internasional.
6.                  Meksiko (Akuntansi Negara Latin)
Mexico memberikan informasi yang dibutuhkan kreditor dan otoritas pajak. Perkembangan ekonomi Mexico semakin pesat Sejak dibentuknya North American Free Trade Agreement (NAFTA), Secara historis, akuntansi Mexico dipengaruhi U.S GAAP dan GAAS disebabkan kebutuhan Mexico terhadap penanaman modal Amerika Serikat. Mexico sering mengacu pada IFRS bila standar US GAAP tidak memenuhi kebutuhan Mexico. Profesi Akuntansi di Mexico berada dalam naungan IMCP yang bertugas menerbitkan standar akuntansi dan standar auditing serta kode etik profesi. Tahun 2001, IMCP membentuk Mexican Council for Research and Development of Financial Reporting Standards (CINIF) yang bertanggungjawab menerbitkan standar akuntansi yang sesuai dengan IFRS. Awal 2005, 70 persen standar yang berlaku di Mexico telah sesuai dengan international standards.
7.                  Senegal (Akuntansi Negara Latin)
8.                  Taiwan (Akuntansi Negara Asia)
RDF saat ini telah menegaskan komitmen Taiwan untuk konverjensi dengan IAS/IFRS. Konsep akuntansi keuangan dan penyusunan laporan keuangan di revisi pada tahun 2002 didasarkan pada kerangka dasar IASC. Seluruh proyek baru dan yang telah ada yang dilaksanakan oleh FASC akan disesuaikan dengan IAS/ IFRS.Perbedaan antara prinsip akuntansi Taiwan dengan IAS/IFRS akan diidentifikasikan dan akan direvisi agar sesuai dengan IAS/IFRS.
Soal nomor :
6. Uni Eropa (EU) yang dahulu dikenal sebagai masyarakat Eropa dan awalnya pasar bersama Eropa-dibentuk pada tahun 1957 dan memiliki 15 anggota sampai pada akhir 2003: Austria, Belgia, Denmark, Finladia, Prancis, Jerman, Yunani, Irlandia, Italia, Luksemburg, Belanda, Portugal, Spanyol, Swedia, dan Inggris. Untuk mendorong pergeerakan modal dan pembentukan modal, EU mengeluarkan berbagai petunjuk yang dirancang untuk mengharmonisasikan prinsip akuntansi yang diterima secara umum di negara-negara anggotanya.
Diminta : Faktor yang mempengaruhi perkembangan akuntansi manakah yang akan meenjadi hambatan paling serius untuk mencapai harmonisasi akuntansi di EU? Faktor-faktor apakah yang mengadakan usaha harmonisasi EU mencapai keberhasilan ?
Jawaban :
1.         Sumber pendanaan
Di Negara-negara dengan pasar ekuitas yang kuat, seperti Amerika Serikat akuntansi memiliki focus atas seberapa baik manajemen menjalankan perusahaan (profitabilitas), dan dirancang untuk membantu investor menganalisis arus kas masa depan dan resiko terkait. Pengungkapan dilakukan sangat lengkap untuk memenuhi ketentuan kepemilikan public yang luas. Sebaliknya, dalam sistem berbasis kredit di mana bank merupakan sumber utama pendanaan, akuntansi memiliki focus pada perlindungan kreditor melalui pengukurang akuntansi yang konservatif dalam meminimumkan pembayaran dividen dan menjaga pendanaan yang mencukupi dalam rangka perlindungan bagi para peminjam. Oleh karena lembaga keuangan memilki akses langsung terhadap informasi apa saja yang diinginkan, pengungkapan public yang luas dianggap tidak perlu. Contohnya adalah Jepang dan Swiss.
2.         Sistem Hukum
Dunia barat memiliki dua orientasi dasar: hukum kode (sipil) danhukum umum (kasus). Dalam Negara-negara hukum kode, hukum merupakan satu kelompok lengkap yang mencakup ketentuan dan prosedur sehingga aturan akuntansi digabungkan dalam hukum nasional dan cenderung sangat lengkap. Sebaliknya, hukum umum berkembang atas dasar kasus per kasus tanpa adanya usaha untuk mencakup seluruh kasus dalam kode yang lengkap. Kodifikasi hukum utamanya diambil dari hukum Romawi dank ode Napoleon. Dalam Negara-negara yang menganut sistem kodifikasi hukum Latin-Romawi, hukum merupakan suatu kelompok lengkap yang mencakup ketentuan dan prosedur. Kodifikasi standar dan prosedur akuntansi merupakan hal yang wajar dan sesuai di sana. Dengan demikian, di Negara-negara yang menganut kodifikasi hukum, aturan akuntansi digabungkan dalam hukum nasional dan cenderung sangat lengkap dan mencakupi banyak prosedur. Sebaliknya, hukum umum berkembang atas dasar kasus per kasus tanpa adanya usaha untuk mencakup seluruh kasus dalam kode lengkap. Tentu saja, terdapat hukum dasar, tetapi cenderung tidak terlalu detail dan lebih fleksibel bila dibandingkan dengan sistem kodifikasi umum. Hal ini mendorong usaha coba-coba dan memungkinkan penerapan pertimbangan. Hukum umum diambil dari kasus hukum Inggris. Pada kebanyakan Negara hukum umum, aturan akuntansi ditetapkan oleh organisasi professional sector swasta. Hal ini memungkinkan aturan akuntansi menjadi lebih adaptif dan inovatif. Kecuali untuk ketentuan dasar yang luas, kebanyakan aturan akuntansi tidak digabungkan secara langsung ke dalam hukum dasar. Kodifikasi hukum (kode hukum) cenderung terpaku pada muatan (isi) ekonominya. Sebagai contoh, sewa guna usaha di bawah aturan hukum umum biasanya tidak dikapitalisasi. Sebaliknya, sewa guna usaha di bawah hukum umum pada dasarnya dapat dikapitalisasi jika ia menjadi bagian dari pembeli property.
3.         Perpajakan
Di kebanyakan Negara, peraturan pajak secara efektif menentukan standar karena perusahaan harus mencatat pendapatan dan beban dalam akun mereka untuk mengklaimnya untuk keperluan pajak. Dengan kata lain, pajak keuangan dan pajak akuntansi adalah sama. Dalam kasus ini, sebagai contoh adalah kasus yang terjadi di Jerman dan Swedia. Di Negara lain seperti Belanda, akuntansi keuangan dan pajak berbeda: laba kena pajak pada dasarnya adalah laba akuntansi keuangan yang disesuaikan terhadap perbedaan-perbedaan dalam hukum pajak. Tentu saja, ketika akuntansi keuangan dan pajak terpisah, kadang-kadang aturan pajak mengharuskan penerapan prinsip akuntansi tertentu. Penilaian persediaan menurut Masuk Terakhir Keluar Pertama (last-in, first-out- LIFO) di Amerika Serikat merupakan suatu contoh.
4.         Ikatan Politik dan Ekonomi
Faktor Politik & Ekonomi sangat mempengaruhi perkembangan akuntansi internasional karena kebijakan pemerintah dan keadaan ekonomi saat itu di suatu negara dapat membuat akuntansi sulit berkembang. Ide dan teknologi akuntansi dialihkan melaui penakhlukan, perdagangan dan kekuatan sejenis. Sistem pencatatan berpasangan (double-entry) yang berawal di Italia pada tahun 1400-an secara perlahan-lahan menyebar luas di Eropa bersamaan dengan gagasan-gagasan pembaruan (rannaissance) lainnya. Kolonialisme Inggris mengekspor akuntan dan konsep akuntansi di seluruh wilayah kekuasaan Inggris. Pendudukan Jerman selama perang dunia II menyebabkan Perancis menerapkan Plan Comptable. Amerika Serikat memaksa rezim pengatur akuntansi bergaya AS di Jepang setelah berakhirnya perang dunia II. Banyak Negara-negara berkembang menggunakan sistem akuntansi yang dikembangkan di tempat lain, entah karena dipaksakan kepada negara-negara tersebut (seperti India) atau karena pilihan mereka sendiri (seperti Negara-negara Eropa Timur sekarang meniru sistem akuntansi menurut aturan Uni Eropa (EU).
5.         Inflasi
Inflasi menyebabkan distorsi terhadap akuntansi biaya histories dan mempengaruhi kecenderungan (tendensi) suatu Negara untuk menerapkan perubahan terhadap akun-akun perusahaan.
6.         Tingkat Perkembangan Ekonomi
Faktor ini mempengaruhi jenis transaksi usaha yang dilaksanakan dalam suatu perekonomian dan menentukan manakah yang paling utama. Pada gilirannya, jenis transaksi menentukan masalah akuntansi yang dihadapi. Sebagai contoh, kompensasi eksekutif perusahaan berbasis saham atau sekuritisasi asset merupakan sesuatu yang jarang terjadi dalam perekonomian dengan pasar modal yang kurang berkembang. Saat ini, banyak perekonomian industry berubah menjadi perekonomian jasa. Masalah akuntansi seperti penilaian asset tetap dan pencatatan depresiasi yang sangat relevan dalam sector manufaktur menjadi semakin kurang penting. Tantangan-tantangan akuntansi yang baru, seperti penilaian asset tidak berwujud dan sumber daya manusia semakin berkembang.
7.         Tingkat Pendidikan
Standar dan praktik akuntansi yang sangat rumit (sophisticated) akan menjadi tidak berguna jika disalahartikan dan disalahgunakan. Sebagai contoh pelaporan teknis yang kompleks mengenai varian perilaku biaya tidak akan berarti apa-apa, kecuali para pembaca memahami akuntansi biaya. Pengungkapan mengenai resiko efek derivative tidak akan informative kecuali jika dibaca oleh pihak yang berkompeten. Pendidikan akuntansi yang professional sulit dicapai jika taraf pendidikan di suatu Negara secara umum juga rendah. Meksiko adalah salah satu contoh Negara di mana permasalahan ini telah berhasil ditanggulangi. Pada situasi lainnya, sebuah Negara harus mengimpor tenaga pelatihan atau mengirim warganya ke Negara lain untuk memperoleh kualifikasi yang layak. Hal terakhir inilah yang saat ini sedang diterapkan oleh Cina.
8.         Budaya
Di sini budaya berarti nilai-nilai dan perilaku yang dibagi oleh suatu masyarakat. Variable budaya mendasari pengaturan kelembagaan di suatu Negara (seperti sistem hukum). Hofstede mendasari empat dimensi budaya nasional (nilai social):
1.         individualism,
2.         jarak kekuasaan,
3.         penghindaran ketidakpastian, dan
4.         maskulinitas. Analisis yang dilakukannya didasarkan pada data yang berasal dari para karyawan sebuah perusahaan multinasional besar dari AS yang beroperasi di 40 negara yang berbeda.
Soal nomor :
10. Banyak negara yang mengizinkan atau membiarkan perusahaan-perusahaannya yang telah terdaftar menggunakan Standar Pelaporan Keuangan Internasional dalam laporan-laporan keuangannya, atau laporan yang dikonsolidasikan untuk kepentingan investor.
Diminta : Pertimbangkan kesepuluh negara berikut ini ; Cina, Republik Ceko, Perancis, Jerman, India, Jepang, Meksiko, Belanda, Inggris dan Amerika Serikat. Untuk masing-masing negara apakah IFRS (a) tidak diizinkan, (b) diizinkan, (c) diperlukan untuk sesuatu, atau (d) diperlukan untuk seluruh perusahaan domestik yang terdaftar dalam Bursa Saham? Diskusikan kemungkinan-kemungkinan alasan untuk menetapkan pola yang diteliti.
Kode
Negara
Perusahan Domestik yang Terdaftar dalam Bursa Saham
IFRS Tidak Diizinkan
IFRS Diizinkan
IFRS Diperlukan Untuk Sesuatu
IFRS Diperlukan Untuk Seluruh Perusahaan
CN
Cina
Republik Ceko
Perancis
Jerman
India
Diizinkan hanya untuk laporan keuangan konsolidasian
Jepang
Meksiko
Belanda
Inggris
Amerika Serikat
Penjelasan mengenai kemungkinan-kemungkinan pola yang diteliti :
1.                  Cina (CN)
Standar Akuntansi Cina yang baru untuk Bisnis Usaha (CAS) yang diterbitkan oleh Kementerian Keuangan (MoF) pada tahun 2006 dan berlaku efektif pada tanggal 1 Januari 2007. Standar ini secara substansial bergabung dengan IFRS, kecuali untuk modifikasi tertentu (misalnya melarang pembalikan kerugian penurunan nilai aset jangka panjang) yang mencerminkan keadaan dan lingkungan Cina yang unik.
Pada bulan April 2010, Kementerian Keuangan Cina merilis roadmap untuk melanjutkan penggabungan CAS dengan IFRS. Cina telah membuat komitmen untuk konvergensi dengan SAK . Standar konvergensi adalah proses yang berkelanjutan dan Kementerian Keuangan terus menghabiskan upaya yang signifikan pada konvergensi yang sedang berlangsung antara CAS dan SAK .
CAS sekarang wajib bagi entitas termasuk perusahaan di RRC yang terdaftar, lembaga keuangan (termasuk entitas terlibat dalam bisnis sekuritas diizinkan oleh China Securities Regulatory Commission), badan usaha milik negara tertentu, perusahaan swasta di provinsi tertentu. Dalam roadmap tersebut, Kementerian Keuangan telah menunjukkan keinginannya untuk memiliki semua perusahaan besar dan menengah (terlepas apakah mereka emiten atau perusahaan swasta) mengadopsi CAS baru pada tahun 2012 .
Pada bulan Desember 2007, HKICPA diakui CAS ekuivalen untuk HKFRS, yang identik dengan IFRS, termasuk semua pengakuan dan pengukuran pilihan, tetapi dalam beberapa kasus yang berbeda tanggal efektif dan persyaratan transisi. Maka dari itu, CASC dan HKICPA bersama-sama dengan IASB dibuat mekanisme yang berkelanjutan untuk memperkuat kesetaraan terus seperti itu.
Pada bulan Desember 2010 , Bursa Efek Hong Kong memutuskan untuk mengizinkan perusahaan domestik - termasuk yang terdaftar di Hong Kong untuk memiliki pilihan untuk menyajikan laporan keuangan menggunakan CAS dan diaudit oleh perusahaan audit domestik disetujui. Sejumlah perusahaan seperti telah memilih untuk menyajikan laporan keuangan menggunakan CAS untuk pelaporan tahunan.
Komisi Uni Eropa memungkinkan emiten Cina untuk menggunakan CAS ketika mereka memasuki pasar Uni Eropa tanpa menyesuaikan laporan keuangan sesuai dengan IFRS didukung oleh Uni Eropa
2.                  Republik Ceko
Negara ini adalah negara anggota Uni Eropa / EEA . Laporan audit dan dasar catatan presentasi mengacu sesuai dengan "IFRS seperti yang diadopsi oleh Uni Eropa". Uni Eropa telah mengadopsi hampir semua IFRS, meskipun ada jeda waktu dalam mengadopsi beberapa IFRS baru-baru ini dan salah satu aspek dari IAS 39 telah dimodifikasi. Modifikasi mempengaruhi sekitar 50 bank Uni Eropa berikut IFRS (seperti yang diadopsi di Uni Eropa). Uni Eropa juga memungkinkan penerbitan laporan keuangan perusahaan terpisah ditandai sebagai memenuhi IFRS seperti yang diadopsi di Uni Eropa dalam keadaan bertentangan dengan IAS 27.
3.                  Perancis
Negara ini adalah negara anggota Uni Eropa / EEA . Laporan audit dan dasar catatan presentasi mengacu sesuai dengan "IFRS seperti yang diadopsi oleh Uni Eropa". Uni Eropa telah mengadopsi hampir semua IFRS, meskipun ada jeda waktu dalam mengadopsi beberapa IFRS baru-baru ini dan salah satu aspek dari IAS 39 telah dimodifikasi. Modifikasi mempengaruhi sekitar 50 bank Uni Eropa berikut IFRS (seperti yang diadopsi di Uni Eropa). Uni Eropa juga memungkinkan penerbitan laporan keuangan perusahaan terpisah ditandai sebagai memenuhi IFRS seperti yang diadopsi di Uni Eropa dalam keadaan bertentangan dengan IAS 27.
4.                  Jerman
Negara ini adalah negara anggota Uni Eropa / EEA . Laporan audit dan dasar catatan presentasi mengacu sesuai dengan "IFRS seperti yang diadopsi oleh Uni Eropa". Uni Eropa telah mengadopsi hampir semua IFRS, meskipun ada jeda waktu dalam mengadopsi beberapa IFRS baru-baru ini dan salah satu aspek dari IAS 39 telah dimodifikasi. Modifikasi mempengaruhi sekitar 50 bank Uni Eropa berikut IFRS (seperti yang diadopsi di Uni Eropa). Uni Eropa juga memungkinkan penerbitan laporan keuangan perusahaan terpisah ditandai sebagai memenuhi IFRS seperti yang diadopsi di Uni Eropa dalam keadaan bertentangan dengan IAS 27.
5.                  India
Sejak April 2010, Dewan Bursa Efek India (SEBI) telah memberikan opsi untuk entitas yang terdaftar memiliki anak perusahaan untuk menyerahkan hasil keuangan konsolidasi mereka baik sesuai dengan standar akuntansi yang ditetapkan dalam pasal 211 (3C) dari Companies Act, 1956, atau sesuai dengan IFRS (dengan rekonsiliasi diperlukan). Penyampaian terpisah hasil keuangan ke bursa saham akan terus sesuai dengan GAAP India.
Pada bulan Januari 2015, Kementerian India Corporate Affairs ( MCA ) merilis roadmap revisi yang mencerminkan bahwa pada dasarnya, perusahaan dengan kekayaan bersih sebesar Rs. 500 Crore atau lebih harus wajib mengikuti Standar Akuntansi India ( Ind AS ), yang sebagian besar menyatu dengan Standar Pelaporan Keuangan Internasional ( SAK/IFRS ), mulai 1 April 2016. Korporasi yang memiliki kekayaan bersih kurang dari Rs. 500 Crore tapi terdaftar, atau dalam proses mendapatkan daftar, dan perusahaan dengan kekayaan bersih sebesar Rs. 250 Crore atau lebih harus mengikuti norma-norma baru dari 1 April 2017. Roadmap baru membebaskan perbankan , asuransi dan perusahaan pembiayaan non – perbankan. Roadmap masih perlu secara resmi diberitahu, yang diharapkan "lama".
6.                  Jepang
Pada 11 Desember 2009, Otoritas Jasa Keuangan Jepang (FSA) yang diterbitkan Cabinet Office Ordinances  yang memungkinkan beberapa perusahaan publik Jepang secara sukarela untuk mulai menggunakan IFRS yang ditunjuk oleh Komisaris FSA dalam laporan keuangan konsolidasi sejak tahun fiskal yang berakhir 31 Maret 2010.
Laporan audit mengacu kesesuaian dengan baik IFRS atau IFRS ditunjuk oleh FSA Jepang, tergantung pada status penunjukan. Jika IFRS ditunjuk adalah sama efektif IFRS, laporan audit harus mengacu pada IFRS sementara jika tidak (misalnya, keterlambatan penetapan dll), referensi harus dilakukan untuk IFRS ditunjuk oleh FSA Jepang .
7.                  Meksiko
Pada tanggal 11 November 2008, Securities and Exchange Commission Meksiko (Comision Nacional Bancaria y de Valores, atau CNBV) mengumumkan bahwa semua perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Meksiko akan diminta untuk menggunakan IFRS awal 2012. Tercatat perusahaan akan memiliki pilihan untuk menggunakan IFRS sebelumnya - mulai awal 2008 - tunduk pada persyaratan yang akan ditetapkan oleh CNBV.
8.                  Belanda
Negara ini adalah negara anggota Uni Eropa / EEA . Laporan audit dan dasar catatan presentasi mengacu sesuai dengan "IFRS seperti yang diadopsi oleh Uni Eropa". Uni Eropa telah mengadopsi hampir semua IFRS, meskipun ada jeda waktu dalam mengadopsi beberapa IFRS baru-baru ini dan salah satu aspek dari IAS 39 telah dimodifikasi. Modifikasi mempengaruhi sekitar 50 bank Uni Eropa berikut IFRS (seperti yang diadopsi di Uni Eropa). Uni Eropa juga memungkinkan penerbitan laporan keuangan perusahaan terpisah ditandai sebagai memenuhi IFRS seperti yang diadopsi di Uni Eropa dalam keadaan bertentangan dengan IAS 27.
9.                  Inggris
Negara ini adalah negara anggota Uni Eropa / EEA . Laporan audit dan dasar catatan presentasi mengacu sesuai dengan "IFRS seperti yang diadopsi oleh Uni Eropa". Uni Eropa telah mengadopsi hampir semua IFRS, meskipun ada jeda waktu dalam mengadopsi beberapa IFRS baru-baru ini dan salah satu aspek dari IAS 39 telah dimodifikasi. Modifikasi mempengaruhi sekitar 50 bank Uni Eropa berikut IFRS (seperti yang diadopsi di Uni Eropa). Uni Eropa juga memungkinkan penerbitan laporan keuangan perusahaan terpisah ditandai sebagai memenuhi IFRS seperti yang diadopsi di Uni Eropa dalam keadaan bertentangan dengan IAS 27.
10.              Amerika Serikat
Pada tanggal 14 November 2008, US SEC mempublikasikan komentar untuk diusulkan dalam Roadmap untuk Penggunaan Potensi Laporan Keuangan Disusun Berdasarkan Standar Pelaporan Keuangan Internasional oleh Emiten AS. Saat ini, pendaftar domestik US SEC diwajibkan untuk menggunakan US GAAP dan tidak diizinkan untuk menggunakan IFRS.
 Sumber :
https://baracellona.wordpress.com/2014/26/adopsi-ifrs-di-berbagai-negara/
http://www.iasplus.com/en/resources/ifrs-topics/use-of-ifrs#totals

TUGAS SOFTSKILL AKUNTANSI INTERNASIONAL M2 - INDIVIDU

TUGAS INDIVIDU M2 MATA KULIAH SOFTSKILL
AKUNTANSI INTERNASIONAL
PERKEMBANGAN DAN KLASIFIKASI

Fungsi akuntansi yang demikian penting dalam kehidupan bisnis dan keuangan, menunjukkan bahwa akuntansi dalam masyarakat bisnis atau internasional melakukan fungsi jasa. Akuntansi harus tanggap terhadap kebutuhan masyarakat yang terus berubah dan harus mencerminkan kondisi budaya, ekonomi, hukum, sosial dan politik dari masyarakat tempat dia beroperasi. Dengan demikian akuntansi harus berada tetap dalam kedudukannya yang berguna secara teknis dan sosial.
Akuntansi Internasional adalah akuntansi untuk transaksi internasional, perbandingan prinsip akuntansi antarnegara yang berbeda dan harmonisasi berbagai standar akuntansi dalam bidang kewenangan pajak, auditing dan bidang akuntansi lainnya. Akuntansi harus berkembang agar mampu memberikan informasi yang diperlukan dalam pengambilan keputusan di perusahaan pada setiap perubahan lingkungan bisnis.

  • PERKEMBANGAN
Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan akuntansi internasional dapat membantu menjelaskan perbedaan akuntansi antar-bangsa. Tujuh faktor pertama berupa ekonomi, sejarah sosial, dan/atau kelembagaan dan merupakan faktor yang sering disebutkan oleh para penulis akuntansi. Akhir-akhir ini, hubungan antara budaya (faktor kedelapan) dan perkembangan akuntansi mulai digali lebih lanjut.
  1. Sumber Pendanaan
Di negara-negara dengan pasar ekuitas yang kuat, akuntansi memiliki focus atas seberapa baik manajemen menjalankan perusahaan (profitabilitas), dan dirancang untuk membantu investor menganalisis arus kas masa depan dan resiko terkait. Sebaliknya, dalam system berbasis kredit di mana bank merupakan sumber utama pendanaan, akuntansi memiliki focus atas perlindungan kreditor melalui pengukuran akuntansi yang konservatif.

  1. Sistem Hukum
Dunia barat memiliki dua orientasi dasar: hukum kode (sipil) dan hukum umum (kasus). Dalam Negara-negara hukum kode, hukum merupakan satu kelompok lengkap yang mencakup ketentuan dan prosedur sehingga aturan akuntansi digabungkan dalam hukum nasional dan cenderung sangat lengkap. Sebaliknya, hukum umum berkembang atas dasar kasus per kasus tanpa adanya usaha untuk mencakup seluruh kasus dalam kode yang lengkap.

  1. Perpajakan
Di kebanyakan Negara, peraturan pajak secara efektif menentukan standar karena perusahaan harus mencatat pendapatan dan beban dalam akun mereka untuk mengklaimnya untuk keperluan pajak. Ketka akuntansi keuangan dan pajak terpisah, kadang-kadang aturan pajak mengharuskan penerapan prinsip akuntansi tertentu.
  1. Ikatan Politik dan Ekonomi
  2. Inflasi
Inflasi menyebabkan distorsi terhadap akuntansi biaya histories dan mempengaruhi kecenderungan (tendensi) suatu Negara untuk menerapkan perubahan terhadap akun-akun perusahaan.
  1. Tingkat Perkembangan Ekonomi
Faktor ini mempengaruhi jenis transaksi usaha yang dilaksanakan dalam suatu perekonomian dan menentukan manakah yang paling utama
  1. Tingkat Pendidikan
Standard praktik akuntansi yang sangat rumit akan menjadi tidak berguna jika disalahartikan dan disalahgunakan. Pengungkapan mengenai resiko efek derivatif tidak akan informatif kecuali jika dibaca oleh pihak yang berkompeten
  1. Budaya
Empat dimensi budaya nasional, menurut Hofstede: individualisme, jarak kekuasaan, penghindaran ketidakpastian, maskulinitas.

  • KLASIFIKASI
Klasifikasi akuntansi internasional dapat dilakukan dalam dua cara, yaitu: dengan pertimbangan dan secara empiris. Klasifikasi dengan pertimbangan bergantung pada pengetahuan, intuisi, dan pengalaman. Klasifikasi secara empiris menggunakan metode statistik untuk mengumpulkan basis data prinsip dan praktik akuntansi seluruh dunia.
Klasifikasi awal yang dilakukan adalah yang diusulkan oleh Mueller pertengahan tahun 1960-an. Ia mengidentifikasikan empat pendekatan terhadap perkembangan akuntansi di negara-negara barat dengan sistem ekonomi berorientasi pasar.
  1. Berdasarkan pendekatan makroekonomi.
Berdasarkan pendekatan ini, praktik akuntansi didapatkan dari dan dirancang untuk meningkatkan tujuan makroekonomi nasional. Contohnya negara Swedia .

  1. Berdasarkan pendekatan mikroekonomi.
Pada pendekatan ini, akuntansi berkembang dari prinsip-prinsip mikroekonomi. Contohnya negara Belanda.

  1. Berdasarkan pendekatan independen.
Berdasarkan pendekatan ini, akuntansi berasal dari praktik bisnis dan berkembang secara ad hoc, dengan dasar perlahan-lahan dari pertimbangan, coba-coba dan kesalahan. Contohnya negara Inggris dan Amerika Serikat.

  1. Berdasarkan pendekatan yang seragam.
Pada pendekatan ini, akuntansi distandardisasi dan digunakan sebagai alat untuk kendali administrasi oleh pemerintah pusat. Contohnya adalah negara Perancis.

Sumber :
http://eriahandaresta.blogspot.co.id/2011/04/perkembangan-dan-klasifikasi-akuntansi.html?m=1
Choi, Frederick D.S. , Gary K.Meek. 2010. International Accounting. edisi keenam. Salemba empat : Jakarta.